Sabtu, 14 April 2012

WARTA PASKAH I

PASKAH PERAYAAN KEBANGKITAN TUHAN

Paskah kita sambut sebagai perayaan Kebangkitan Tuhan. Pada malam tirakatan menjelang kebangkitan Tuhan, kita merayakan peristiwa itu dalam berbagai ungkapan misteri iman :  Kristus Terang Dunia, Kristus puncak dari karya agung Allah sepanjang jaman, Kristus sebagai pusat Perjanjian yang baru. Kita rayakan peristiwa itu tidak hanya sehari, tetapi selama 40 hari sampai Hari Raya Kenaikan Kristus ke Surga. Perayaan selama 40 hari itu kita isi dengan permenungan dari bahan-bahan yang selama masa Prapaskah sudah kita perdalam.

Pertama, kita membangun kebersamaan dalam hidup paguyuban kita. Pada saat kita membaharui janji baptis, kita nyatakan pula satu kesediaan untuk mengamalkan panggilan dan tanggungjawab kita untuk menyejahterakan masyarakat. Pengembangan hidup paguyuban termasuk pilihan pertama yang kita lakukan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat itu. Paguyuban kita sebagai komunitas basis Gereja dan komunitas basis insani memberi pengaruh yang baik kepada lingkungan sekitar apabila tetap dalam semangat kebersamaan, kerukunan, persaudaraan dan kesediaan untuk membela yang lemah. Masa Paskah menjadi kesempatan bagi kita untuk mewujudkan cita-cita dan rencana itu, sehingga perutusan kita sebagai terang bagi dunia sungguh dapat terwujud dalam keseharian kita.

Kedua, kita membangun kepekaan hati terhadap lingkungan sekitar kita. Kepekaan hati adalah tanda kepedulian dan sikap berpihak kita dengan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat. Kepekaan hati juga menjadi awal untuk lahirnya tindakan-tindakan positif yang dapat kita lakukan untuk memberi solusi terhadap persoalan masyarakat. Mungkin tindakan yang kita lakukan bukan tindakan yang besar dan spektakuler, namun dengan bertindak berarti kita sudah memulai sesuatu yang dapat memberi pengaruh baik. Mulailah melatih kepekaan hati ini dalam keluarga, karena keluarga menjadi basis untuk lingkungan yang lebih besar.

Ketiga, kita membangun semangat murah hati dalam berbagi. Kita meyakini bahwa semua milik yang ada pada kita adalah berkat tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk sesama kita. Kita juga meyakini bahwa Allah berkehendak jangan seorang pun hidup dalam kekurangan. Atas dua alasan ini kita mengisi masa Paskah dengan amal kasih dan berbagi. Ketika kita hidup dalam semangat berbagi, maka kita akan mengalami bahwa sikap murah hati tidak akan pernah membuat kita kekurangan, tetapi sebaliknya sikap murah hati itu akan makin memperkayan hidup batin kita. Berbagi harus kita wartakan sebagai sikap bersama dalam masyarakat kita, sehingga masing-masing dapat menghayati pula keyakinan bahwa setiap milik adalah berkat Allah untuk kesejahteraan semua dan tiada seorang pun dikehendaki Allah hidup dalam kekurangan.

Keempat, kita tiupkan suara kenabian di tengah masyarakat yang makin individualis dengan menyerukan sistem tanggungjawab bersama. Gotong royong, koperasi, jejaring sosial, dll. berupakan bentuk-bentuk yang telah terbukti mampu menyejahterakan masyarakat dengan sistem tanggungjawab bersama. Hal yang berat dipikul bersama dan yang ringgan dijinjing bersama. Kita tidak menjadi kolot dan kuno kalau terus berbicara tentang sistem tanggungjawab bersama, meskipun kemajuan-kemajuan yang terjadi seringkali lebih mengutamakan kompentensi dan profesionalisme. Tanggung jawab bersama menyadarkan kita akan hakekat sebagai makhluk ciptaan dengan karakter religius, personal dan sosial. Masa Paskah menjadi kesempatan untuk mengamalkan panggilan dan tugas ini dengan semangat terang dunia. 

Dalam Masa Paskah, kita dapat menambahkan dasar-dasar Sabda Allah untuk mewujudkan keempat pilihan itu, dengan acuan pada bacaan-bacaan yang diwartakan dalam Liturgi Masa Paskah.

Bacaan-bacaan yang kita temukan dalam Liturgi menyampaikan kepada kita kesaksian dari para rasul tentang peristiwa kebangkitan Yesus. Bukan sekedar soal kubur kosong dan penampakan Yesus, tetapi juga sebuah perubahan dalam memandang identitas diri mereka dan dalam menghayati hidup. Para murid menemukan kesadaran baru, kini mereka menjadi utusan untuk melanjutkan karya Kristus melalui hidup paguyuban, liturgi, pewartaan, pelayanan dan kesaksian. Demikian pula masa Paskah ini menjadi kesempatan kita untuk makin sadar akan perutusan itu dan mengamalkannya dengan fokus pada 4 pilihan itu. 


-jap- 

Sabtu, 31 Maret 2012

MISTERI IMAN YANG KITA RAYAKAN DALAM PEKAN SUCI

Pekan suci kita sambut sebagai pekan istimewa. Selama pekan ini kita rayakan misteri-misteri pokok iman kita yang terpusat pada peristiwa sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan. Kita diundang tidak hanya untuk mengenang kembali peristiwa-peristiwa Yesus, tetapi juga menanggapi peristiwa itu dengan cara baru untuk menjadikannya sebagai terang, sumber dan puncak iman kita. 

Sambutan meriah Raja Agung yang masuk Yerusalem pada perarakan Minggu Palma menawarkan permenungan tentang harapan kita akan Yesus sebagai pemimpin kita. Dia bukan hanya raja di dunia, tetapi juga raja kita sampai kekal. KepadaNya kita berserah dan mendambakan damai sejahtera. Namun kita menyadari, Dia akan menjadi Raja Agung yang kekal karena kasih bukan karena kekuasaan dengan tangan besi. Bahkan Dia menjadi Raja Kekal karena ketaatanNya kepada rencana Bapa, sehingga kemuliaanNya diperoleh bukan dari kekuatan bala tentara dan harta dunia, tetapi dari pengorbanan di kayu salib. Ia merendahkan diri sebagai hamba dari semua hamba. Kristus adalah Raja Agung yang berbela rasa dengan kita yang lemah dan penuh dosa. 

Perjamuan Malam sebelum sengsaraNya mengingatkan kita akan satu bentuk ungkapan kasih. Dalam perjamuan itu Dia membagikan hidupNya untuk kita.  Kasih itu berbagi dan melayani. Tiga misteri iman yang kita rayakan malam ini semuanya berbicara tentang kasih dengan pengorbanan tulus, yaitu misteri Ekaristi, misteri imamat dan misteri perutusan untuk melayani. Kita diundang memandang kekayaan hidup iman kita dalam melayani, mulai dari sumber dan berbagai bentuk ungkapannya. Intinya ialah bahwa seluruh kemuliaan dan damai sejahtera dapat dicapai jika ada kesediaan untuk berkorban tanpa pamrih, seperti roti dan anggur yang dibagi-bagikan. 

Misteri Salib Tuhan yang kita rayakan pada hari Jumat Agung merupakan misteri iman yang pokok. Dalam salib ini Yesus menyatakan ketaatanNya kepada rencana Bapa dan pilihanNya untuk membela kita yang penuh dosa ini. Kita diundang untuk menilik kembali hidup kita. Betapa sering kita menolak salib dan berkeluh kesah ketika harus melewati penderitaan dan kesulitan. Kita selalu berpikir untuk mencapai sukses dengan jalan pintas dan menghindari jalan salib. Yesus menjadi sumber keyakinan kita, jalan salib membawa kita mencapai damai sejahtera. 

Misteri kebangkitan sudah kita rayakan sejak kita merenungkan sengsara dan wafat Yesus, karena misteri kebangkitan dan wafat ini sesungguhnya satu misteri saja. Dalam kebangkitan terkandung sengsara dan wafat Yesus. Kebangkitan menegaskan kemuliaan rencana Bapa untuk menyelamatkan manusia. Kebangkitan memancarkan harapan bagi semua yang mengalami derita dan kesengsaraan. Kebangkitan membaharui semua yang sudah hancur dan remuk redam. Kebangkitan menawarkan jalan terang dan hidup baru. Pembaharuan janji iman hendaknya tidak berhenti pada ucapan, tetapi terus kita kembangkan dalam perbuatan dan kebersamaan hidup paguyuban kita. 

---JAP---

Kamis, 29 Maret 2012

Selasa, 27 Maret 2012

Agenda Kegiatan Panitia Paskah 2012

  1. Rapat Pembentukan Panitia Paskah 2012 : Kamis, 9 Februari
  2. Pengumpulan daun palma lama ke sekretariat paroki : 11- 19 Februari
  3. RABU ABU
    • Selasa, 21 Feb pk. 18.00
    • Rabu, 22 Feb - pk. 05.30
  4. Distribusi Amplop dan Celengan APP : 25 Feb – 4 Maret
  5. Ibadat Jalan Salib + Misa  : tiap Jumat 24 Feb - 30 Maret - pk. 17.00
  6. ADORASI 40 Jam
    • 24 Feb - 30 Maret Senin, Kamis, Jumat (16 @ 2,5 jam) pk. 18.30 – 21.00
  7. Pendalaman Iman
    • Lingkungan / Wilayah : tiap Selasa 28 Feb - 20 Maret
    • Stasi : tiap Kamis 1 – 22 Maret
  8. Rekoleksi Umat : 27 Maret di Gereja pk. 17.00
  9. Penerimaan Sakramen Tobat (Rekonsiliasi) : 28 - 31 Maret pk. 07.00
  10. MINGGU PALMA : Minggu, 1 April - pk. 07.00 Perarakan  start dari halaman SMPK
  11. KAMIS PUTIH dilanjutkan  Tuguran : Kamis, 5 April pk. 19.00 – 24.00
  12. JALAN SALIB :  Jumat, 6 April 2012 pk. 07.00
  13. JUMAT AGUNG :  Jumat, 6 April 2012 pk. 15.00 (kolekte untuk Tahta Suci)
  14. PASKAH MALAM  dilanjutlan Ramah Tamah : Sabtu, 7 April 2012 - pk. 19.00
  15. Hari Raya PASKAH : Minggu, 8 April 2012 pk. 07.00 (dilanjutkan Ramah Tamah dan Lomba-lomba Minggu Gembira)
  16. Batas Akhir pengumpulan Amplop dan Celengan APP 2012 : Minggu, 8 April
  17. Persiapan Komuni Pertama : 9 Apr – 3 Juni
  18. Penghitungan Amplop dan Celengan APP 2012 : Minggu, 15 April 2012 pk. 08.30
  19. Aksi Panggilan Dekenat : April/Mei
  20. Aksi Sosial : April/Mei; ke beberapa sekolah SD di Kab. Bondowoso
  21. Hari Raya Kenaikan Tuhan : Kamis, 17 Mei 2012 - pk. 18.00
  22. Hari Raya PENTAKOSTA
    • Sabtu, 26 Mei 2012 - pk. 17.00
    • Minggu, 27 Mei 2012 - pk. 07.00
  23. Hari Raya  TRI TUNGGAL MAHA KUDUS
    • Sabtu, 2 Juni 2012 - pk. 17.00
    • Minggu, 3 Juni 2012 - pk. 07.00
  24. Hari Raya TUBUH DAN DARAH KRISTUS
    • Sabtu, 2 Juni 2012 - pk. 17.00 (ada Penerimaan Komuni Pertama)
    • Minggu, 10 Juni 2012 - pk. 07.00
  25. Rapat Pembubaran Panitia 2012 : Rabu, 27 Juni pk. 18.00

Sabtu, 24 Maret 2012

WARTA PRAPASKAH V

Memasuki Prapaskah V, kita memusatkan perhatian pada persiapan batin melalui penerimaan Sakramen Tobat. Seluruh upaya kita untuk membangun hidup paguyuban, memupuk kepekaan hati dan semangat berbagi serta upaya kita membina tanggungjawab bersama akan membawa buah melimpah jika disertai kesediaan kita untuk membaharui diri. Melalui penerimaan Sakramen Tobat kita menyatakan kesediaan kita untuk pembaharuan hidup.

Sakramen Tobat kita hayati pertama-tama sebagai rahmat kerahiman Allah. Sakramen Tobat merupakan tuntunan dari Roh Kudus untuk membawa kita kembali kepada persatuan mesra dengan Allah. Ia membisikan ajakan kepada hati kita dengan berbagai cara agar kita berpaling kembali untuk menjadikan Allah sebagai segala-galanya dalam segala sesuatu dalam hidup kita.

Sakramen Tobat selanjutnya kita hayati pula sebagai buah dari doa-doa Gereja, yang mendambakan agar seluruh umat senantiasa hidup ktdus dan layak di hadapan Allah. Fereja sebagai kesatuan seluruh umat beriman tak henti memohon kepada Allah rahmat pengampunan karena percaya Allah maha rahim dan murah hati untuk mengampuni. Gereja yang sadar sebagai pendosa adalah Gereja yang mampu memandang kerahiman Allah itu sebagai sumber kekuatan untuk memulai hidup yang baru.

Sakramen tobat pada tempat yang ketiga kita hayati sebagai upaya kita untuk menata kembali hidup kita yang carut marut karena berbagai kelalalaian, kelemahan dan dosa. Berbagai kelalaian dan kelemahan menyebabkan suara hati kita tumpul atau kurang peka terhadap bisikan Allah. Dosa sebagai keputusan sengaja melawan hati nurani memisahkan kita Allah, Gereja dan sesama serta lingkungan sekitar kita. Penataan kembali hidup kita melalui Sakramen Tobat berarti pemulihan kembali kepekaan hati dan relasi kita yang telah terputus itu. Kita dapat berusaha untuk pemulihan itu dengan berpikir secara positif dan melakukan hal-hal baik kendati sangat sederhana. Pemulihan tidak hanya menghindar dari yang salah, tetapi lebih baik jika dimaknai berusaha melakukan yang baik. Keterarahan kepada hal yang positif akan membina sikap hati untuk terarah pada Allah.

Godaan kita untuk enggan menyambut Sakramen Tobat selalu akan timbul setiap saat dalam berbagai bentuk. Kita dicobai untuk tidak merasa punya salah apapun. Kita dicobai untuk merasa malu kepada Romo yang melayani sakramen itu karena kita kenal beliau. Kita merasa tak enak dianggap orang sok suci, dll. Kalau tetap kalah dengan godaan semacam itu, berarti kita belum sungguh percaya Allah maha pengampun. Juga belum sadar benar bahwa kita selalu dinanti olehNya untuk hidup dalam damai sejahtera bersamaNya. Tiga hal patut kita pupuk dalam diri kita masing-masing : Terus berusaha untuk memahami bahwa Allah sungguh murah hati untuk mengampuni, terus berusaha untuk membangkitkan kerinduan dan keinginan hati bersatu mesra dengan Dia dan membina hidup kita senantiasa layak di hadapanNya. Menyambut Sakramen Tobat adalah menyambut uluran kasih Allah yang memberi damai sejahtera lahir batin. Sambutlah sakramen ini dengan gembira.

-JAP-



        Minggu, 18 Maret 2012

        WARTA PRAPASKAH IV

        Pokok permenungan kita yang keempat dalam masa Prapaskah ini berbicara tentang tanggungjawab bersama sebagai sistem kerjasama dalam menyejah terakan masyarakat. Kita membicarakan topik ini dengan latar belakang kesadaran bahwa kurangnya kesejahteraan masyarakat pun terjadi secara sistematis, sehingga dalam menyikapinya kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, tetapi perlu kesadaran akan tanggungjawab bersama.


        Proses sistematis yang menghancurkan dalam masyarakat kita dapat kita telusuri misalnya dalam konteks kerusakan lingkungan dan kehancuran moral-etika dalam tata pergaulan dewasa ini. Dibalik semua proses tersebut terdapat kekuatan pasar atau uang yang menggerakkan masyarakat melalui tangan-tangan tersembunyi, sehingga rusaknya lingkungan hidup dan tata pergaulan tidak cepat disadari sebagai bencana karena banyak keuntungan diperoleh.

        Kita dapat belajar dari Yesus dalam Luk 6 : 12-19 dalam mengembangkan tanggung jawab bersama sebagai sistem kerjasama kita. Dalam teks ini diceritakan peristiwa Yesus memilih duabelas murid. Ia lebih dahulu datang kepada Bapa dalam doa dengan naik ke puncak bukit. Sesudah itu Ia turun untuk menyapa para murid dan memilih duabelas orang diantara mereka menjadi rasul, lalu bersama para rasul turun lagi untuk melayani orang banyak di tempat yang datar. Yesus lebih dahulu membicarakan semua rencanaNya dengan Bapa dalam doa. Sesudah itu Ia mendidik dan membangun komunitas para murid. Dengan bekal yang telah diberikan, Ia kemudian melatih para murid untuk melayani orang banyak dalam kebersamaan. Inilah sebuah metode dan sistem yang digunakan oleh Yesus sehingga ketika tidak bersama Dia, para murid dapat berkarya seperti Dia. Yesus telah memulai dalam karyaNya membangun tanggungjawab bersama sebagai sebuah cara kerjasama dalam pelayanan.

        Kita mengenal dan memiliki banyak bentuk kerjasama yang sudah dipraktek kan dalam kehidupan sehari-hari, seperti gotong royong dan koperasi. Dewasa ini juga banyak bentuk-bentuk yang bernaung dibawah bendera pemberdayaan berusaha membangun kembali sistem tanggungjawab bersama itu untuk menegakkan kesejahteraan masyarakat. Satu hal pertama yang sepertinya perlu kita lakukan adalah bertanya kembali tentang pemaknaan gotong royong dan koperasi itu dalam situasi aktual dewasa ini. Jangan-jangan kita pun termasuk orang yang tidak lagi menghargai gotong royong dan koperasi, karena kecenderungan untuk mendapatkan banyak keuntungan pribadi. Hal kedua menyangkut tindakan nyata yang dapat kita lakukan sehingga bentuk-bentuk tanggungjawab bersama seperti itu tidak luntur dari masyarakat kita, tetapi makin mengemuka dan mampu menjadi cara aktual untuk menyejahterakan masyarakat. Sistem yang merusak kesejahteraan telah berkembang menjadi semacam gurita yang tidak mungkin dihadapi dengan kesalehan pribadi, tetapi perlu kesadaran dan tindakan bersama karena rasa tanggungjawab bersama.

        -JAP-

        Rabu, 14 Maret 2012

        AGENDA 11 Maret - 8 April 2012

        %0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoNormal%22%3E%0D%0A%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%2C+serif%3B%22%3E%3Cspan+style%3D%22line-height%3A+18px%3B%22%3E%3Cb%3E%3Cu%3E%0D%0A%3C%2Fu%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpFirst%22+style%3D%22mso-list%3A+l0+level1+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%3B%22%3E1.%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+font-weight%3A+normal%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EPENDALAMAN+IMAN%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3ESelasa%2C+13+%26amp%3B+20+Maret+di+Lingkungan+%2F+Wilayah%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EKamis%2C+15+%26amp%3B+22+Maret+di+Stasi%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22mso-list%3A+l0+level1+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%3B%22%3E2.%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+font-weight%3A+normal%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EIBADAT+JALAN+SALIB%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3ETiap+Jumat%2C+pk.+17.00+dilanjutkan+Misa%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22mso-list%3A+l0+level1+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%3B%22%3E3.%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3@+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EADORASI+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3E%281-30+Maret%29%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3ETiap+Senin%2C+Kamis%2C+Jumat+pk.+18.30-21.00%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22mso-list%3A+l0+level1+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%3B%22%3E4.%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+font-weight%3A+normal%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EREKOLEKSI+UMAT%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3ESelasa%2C+27+Maret+pk.+17.00+di+Aula+Paroki%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22mso-list%3A+l0+level1+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%3B%22%3E5.%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+font-weight%3A+normal%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EPENERIMAAN+SAKRAMEN+TOBAT%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3ERabu-Sabtu%2C+27-31+Maret+pk.+17.00%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3ESabtu%2C+31+Maret+pk.+08.00+khusus+untuk+siswa%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22mso-list%3A+l0+level1+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%3B%22%3E6.%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+font-weight%3A+normal%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EPENERIMAAN+SAKRAMEN+BAPTIS%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3ESabtu%2C+31+Maret%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22mso-list%3A+l0+level1+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%3B%22%3E7.%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+font-weight%3A+normal%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EJADWAL+PEKAN+SUCI%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EMinggu+Palma%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3A+Minggu%2C+1+April+%3Ci%3Epk.+07.00%3C%2Fi%3E+%28Sabtu+sore+tidak+ada+misa%29%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EKamis+Putih%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3E%3A+Kamis%2C+5+April+%3Ci%3Epk.+19.00%3C%2Fi%3E+dilanjutkan+Tuguran%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EIbadat+Jalan+Salib%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3E%3A+Jumat%2C+6+April+%3Ci%3Epk.+07.00%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fi%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EJumat+Agung%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3E%3A+Jumat%2C+6+April+%3Ci%3Epk.+15.00%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fi%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpMiddle%22+style%3D%22margin-left%3A+72.0pt%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EMalam+Paskah%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3E%3A+Sabtu%2C+7+April+%3Ci%3Epk.+19.00%3C%2Fi%3E+dilanjutkan+Ramah+Tamah%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoListParagraphCxSpLast%22+style%3D%22margin-bottom%3A+.0001pt%3B+margin-bottom%3A+0cm%3B+margin-left%3A+72.0pt%3B+margin-right%3A+0cm%3B+margin-top%3A+0cm%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+mso-list%3A+l0+level2+lfo1%3B+text-indent%3A+-18.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3C%21--%5Bif+%21supportLists%5D--%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B+mso-fareast-font-family%3A+%26quot%3BCourier+New%26quot%3B%3B%22%3Eo%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%27Times+New+Roman%27%3B+font-size%3A+7pt%3B+line-height%3A+normal%3B%22%3E%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fspan%3E%3C%21--%5Bendif%5D--%3E%3Cb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3EMinggu+Paskah%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B%26nbsp%3B+%3C%2Fspan%3E%3C%2Fb%3E%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3E%3A+Minggu%2C$2B8+April+%3Ci%3Epk.+07.00%3C%2Fi%3E+dilanjutkan+Ramah+Tamah%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A%3Cdiv+class%3D%22MsoNormalCxSpFirst%22+style%3D%22margin-bottom%3A+.0001pt%3B+margin-bottom%3A+0cm%3B+margin-left%3A+144.0pt%3B+margin-right%3A+0cm%3B+margin-top%3A+0cm%3B+mso-add-space%3A+auto%3B+text-indent%3A+36.0pt%3B%22%3E%0D%0A%3Cspan+style%3D%22font-family%3A+%26quot%3BTimes+New+Roman%26quot%3B%2C%26quot%3Bserif%26quot%3B%3B+font-size%3A+12.0pt%3B+line-height%3A+115%25%3B%22%3E%26nbsp%3B+dan+acara+anak-anak%3Cb%3E%3Co%3Ap%3E%3C%2Fo%3Ap%3E%3C%2Fb%3E%3C%2Fspan%3E%3C%2Fdiv%3E%0D%0A

        Selasa, 13 Maret 2012

        Agenda Maret 2012

        Senin, 12 Maret 2012

        AGENDA 13 Maret - 8 April 2012

        1. PENDALAMAN IMAN
          • Selasa, 13 & 20 Maret di Lingkungan / Wilayah
          • Kamis, 15 & 22 Maret di Stasi
        2. IBADAT JALAN SALIB
          • Tiap Jumat, pk. 17.00 dilanjutkan Misa
        3. ADORASI (1-30 Maret)
          • Tiap Senin, Kamis, Jumat pk. 18.30-21.00
        4. REKOLEKSI UMAT
          • Selasa, 27 Maret pk. 17.00 di Aula Paroki
        5. PENERIMAAN SAKRAMEN TOBAT
          • Rabu-Sabtu, 27-31 Maret pk. 17.00
          • Sabtu, 31 Maret pk. 08.00 khusus untuk siswa
        6. PENERIMAAN SAKRAMEN BAPTIS
          • Sabtu, 31 Maret
        7. JADWAL PEKAN SUCI
          • Minggu Palma : Minggu, 1 April pk. 07.00 (Sabtu sore tidak ada misa)
          • Kamis Putih : Kamis, 5 April pk. 19.00 dilanjutkan Tuguran
          • Jalan Salib : Jumat, 6 April pk. 07.00
          • Jumat Agung : Jumat, 6 April pk. 15.00
          • Malam Paskah : Sabtu, 7 April pk. 19.00 dilanjutkan Ramah Tamah
          • Minggu Paskah : Minggu, 8 April pk. 07.00 dilanjutkan Ramah Tamah dan acara anak-anak


        Minggu, 11 Maret 2012

        WARTA PRAPASKAH III

        Peka Hati Untuk Terlibat
        Permenungan kita pada Minggu Prapaskah III terkait dengan Gerakan Peduli dan Keterlibatan Aktif. Tema ini langsung mengingatkan kita dengan kecenderungan-kecenderungan umum yang sering kita jumpai dalam hidup kita : apatis, cuek, cari aman sendiri, gak mau direpotkan dengan urusan rumit-rumit. Kita memilih untuk peka hati dan mau terlibat dengan segala resiko yang harus kita pikul. Kitab Suci menegaskan satu sikap selama masa Prapaskah ini : menyangkal diri dan memikul salib setiap hari. Peka hati dan keterlibatan aktif adalah bagian dari semangat penyangkalan diri dan memikul salib.
        Namun kita juga dapat menemukan dalam hidup Yesus satu dasar yang meneguhkan mengapa kita harus peka hati dan mau terlibat aktif. Pada permulaan karyaNya, ketika Yesus berada di Nazareth, Ia membuka nas Kitab Suci dan membacaNya : Roh Tuhan ada padaKu, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang ( Luk 4: 18-19 ). 
        Yesus menemukan sebuah pilihan dasar, bukan sekedar reaksi terhadap keadaan sekitar, bahwa Ia telah dipenuhi oleh Roh Allah untuk mengemban tugas dan tanggungjawab mewartakan kabar baik bagi yang miskin, pembebasan bagi yang tertindas dan memberitakan bahwa Tahun Rahmat Tuhan sudah datang. Kepekaan hati dan kesediaanNya untuk terlibat dalam pewartaan dan pembebasan itu karena dorongan Roh yang ada dalam diriNya. Inilah kekuatan dahsyat yang menyebabkan Yesus peka hati dan mau terlibat dengan kesulitan dan resiko. Inilah pula yang menjadi landasan kita untuk membangun gerakan peka hati dan aktif terlibat di masa kini.
        Paroki kita telah mencoba selama ini, mengembangkan jejaring sosial melalui SMS yang bisa menjangkau setiap media komunikasi umat : FB, HP, BB, telephone. Satu hal yang diharapkan dari usaha ini adalah tersebarnya informasi yang penting untuk umat secara cepat dan menjangkau semua. Bagaimana Anda memaknai hal ini sebagai dorongan untuk lebih peka hati dan terlibat aktif ? Cara apa lagi yang dapat kita pergunakan untuk memajukan gerakan peka hati dan keterlibatan aktif umat kita dalam membangun kebersamaan ?
        -JAP-

        Sabtu, 03 Maret 2012

        WARTA PRAPASKAH II


        Gerakan Rela Berbagi
        Tema kedua yang menjadi bahan permenungan dalam Penjabaran tema Panggilan dan Tanggungjawab menyejahterakan masyarakat ialah Gerakan Rela Berbagi. Sekali lagi, kita berbicara tentang Gerakan, yang berarti tindakan-tindakan nyata berbagi dengan sesama. Tidak sekedar dalam arti berderma dan berbelas kasih, tetapi membangun gerakan bersama dalam masyakat untuk rela berbagi dengan yang memerlukan.
        Berbagi dalam arti berderma sudah sering kita lakukan. Kita tergerak hati oleh belas kasihan terhadap orang yang menderita dan memerlukan pertolongan. Namun secara umum kecenderungan masyarakat kita ialah mementingkan kelompok sendiri atau mengutamakan yang dikenal dan dapat memberi kontribusi balik. Kita sering menyaksikan peristiwa berbagi yang sarat muatan untuk publikasi. Bukan berbaginya yang penting, tetapi publikasinya. Kita juga menyaksikan banyak orang kapok berbagi karena merasa diperdaya atau tertipu. Kebaikannya dimanfaatkan untuk tujuan mencari keuntungan. Akibatnya, berbagi seringkali dirasakan sebagai kehilangan sesuatu, dan bukan melipatgandakan sesuatu.
        Prinsip dasar yang kita gunakan untuk landasan kita dalam berbagi adalah keyakinan yang diteladankan oleh Yesus sendiri. Kita dapat belajar dari peristiwa Lima Roti dan Dua Ikan dalam Mrk 6: 35-44.
        Ada dua kemungkinan yang dapat kita bayangkan atas peristiwa dalam Mrk 6 : 35-44. Kemungkinan pertama, Yesus menyuruh orang banyak itu untuk membuka bekal mereka dan membagikan bekal untuk teman-teman lain yang tidak membawa makanan. Kemungkinan kedua, melihat Yesus dan para murid membagi-bagikan makanan, maka mereka yang membawa bekal pun dari kehendak sendiri membagi-bagikan juga untuk beberapa orang yang dekat dengan mereka. Hal yang mengherankan dalam peristiwa ini ialah, bahwa tiba-tiba timbul gerakan serentak orang mau berbagi dengan sesamanya. Inilah mukjijatnya. Semua tersadar bahwa ternyata bekal mereka lebih dari cukup untuk dibagikan kepada orang lain. Semua tersadar kalau sesuatu itu dibagikan, bukannya berkurang dan habis, tetapi malahan menjadi berlipat ganda. Ini semua terjadi karena keyakinan dari Yesus, yakni jangan sampai seorang pun berkekurangan dan jangan sampai orang terikat dengan milik atau hartanya.
        Gerakan berbagi dapat kita sharingkan sebagai gerakan bersama dalam masyarakat dengan semangat dasar tak seorang pun jangan hidup dalam kekuarangan dan janganlah orang terikat dengan miliknya. Persoalan kita sekarang, kita berbagi dalam hal yang bersifat material saja atau juga berbagi dalam hal-hal yang bersifat rohani spiritual ? Bagaimana kita memaknai Gotong Royong yang mulai luntur dalam masyarakat kita sebagai sebuah Gerakan Berbagi ? Bagaimana kita memaknai gerakan Koperasi / CU juga sebagai gerakan berbagi ? Kita sudah punya tradisi berbagi dalam bentuk gotong royong dan gerakan koperasi itu. Kini saatnya kita menghidupkan kembali sebagai perwujudan semangat Prapaskah kita.
        By JAP

            Sabtu, 25 Februari 2012

            WARTA PRAPASKAH I


            Mengokohkan Paguyuban
            Masa Prapaskah merupakan kesempatan untuk menjalani Retret Agung. Kita mengkhususkan waktu selama 40 hari untuk lebih meningkatkan hidup doa, pendalaman iman dan matiraga, dengan harapan kita menjadi lebih siap menyambut hari Kemenangan Salib, pada perayaan Paskah. Waktu 40 hari mengingatkan kita peristiwa ketika Yesus berada dipadanggurun sebelum memulai karyaNya di depan umum. Angka 40 itu juga mengingatkan kita perjalananIsraelmelintasipadanggurun menuju tanah Terjanji. Demikianlah selama 40 hari kita mengaktualisasikan kembali pengalaman rohani Yesus dan bangsaIsraeldalam perjalanannya menuju Kanaan.
            Pendalaman tema APP Minggu Pertama Prapaskah berbicara tentang Gerakan Mengokohkan Hidup Paguyuban. Tema ini merupakan penjabaran pertama dari tema besar APP 2012 : Panggilan dan Tanggungjawab mewujudkan kesejahteraan umum.
            Gerakan memperkokoh hidup paguyuban kita pilih tidak sekedar reaksi terhadap situasi aktual masyarakat kita yang terkotak-kotak, yang sering mudah bersengketa dan saling curiga. Gerakan ini kita pilih sebagai perwujudan panggilan dan tanggungjawab kita untuk menyejahterakan masyarakat karena alasan dasar dari teladan hidup Yesus sendiri. Kita dipanggil untuk meyakini, Yesus telah memberi landasan yang kokoh bagi hidup paguyuban kita yang dapat disharingkan untuk kerukunan hidup dalam masyarakat luas.
            Satu hal yang mendasar untuk hidup paguyuban kita ialah bahwa Yesus senantiasa hadir di tengah kita. Dalam Kitab Suci dikatakan : Jika ada dua atau tiga orang berhimpun dalam namaKu, Aku hadir di tengah-tengahmu.  Ia hadir sebagai gembala bagi kawanan, dan kepala bagi Tubuh.KiniIa tetap berada di tengah kita dengan kehadiran Roh Kudus.
            Kehadiran Yesus di tengah kita memberi satu identitas bahwa kita adalah terang dunia. “ Kamu adalah terang dunia. Hendaknya terangmu itu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di Surga. “ ( Mat 5 : 14.16. ). Dengan ini mau dikatakan Yesus menyatakan paguyuban kita mampu menjadi kekuatan yang memberi pengaruh positif    kepada lingkungan sekitar kita.  Terang yang bercahaya itu memancarkan kebaikan dan menarik orang untuk memuliakan Allah. Tentu ini pengaruh yang relevan untuk jaman sekarang dimana yang kita temui justru pengaruh-pengaruh buruk karena kekerasan, materialisme, hedonisme, sektarianisme.
            Kehadiran Yesus juga memberi satu ciri khas istimewa untuk paguyuban kita, yakni hidup dalam solidaritas kasih yang tidak mengesampingkan siapapun. Semua dicintai karena kemanusiaannya. “Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;  mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah untuk orang yang mencaci kamu ( Luk 6:27-28 ). Solidaritas kasih yang ditanamkan oleh Yesus menjangkau bahkan orang-orang yang memusuhi dan membenci. Ini berarti bahwa kita mengasihi terutama karena kemanusiaan bukan karena asal-usul, suku, status, agama, dll.
            Dengan dasar-dasar ini kita perkokoh kebersamaan kita sebagai paguyuban, baik sebagai umat Katolik maupun sebagai warga masyarakat. Pertanyaannya, bagaimana kita dapat mewujudkan semangat ini sebagai sebuah gerakan bersama ? Apakah yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam pendidikan anak-anak di rumah supaya mereka dapat memiliki dasar kokoh untuk mengasihi sesamanya ? Apakah yang dapat dilakukan umat Lingkungan / Stasi supaya dapat memberi pengaruh positif bagi kerukunan masyarakat di sekitarnya ? Apa yang dapat kita lakukan bersama sebagai paroki agar semangat kebersamaan ini dapat berpengaruh bagi warga sekitar kita ? Sepertinya kita harus melawan arus dan berjuang dengan susah payah. Namun kita tidak perlu putus asa dan kecil hati apabila belum melihat hasil, karena semua selalu dalam proses dan perjalanan kepada kesempurnaan dalam Allah.
            by JAP

            Jumat, 24 Februari 2012

            Agenda Kegiatan Panitia Paskah 2012

            1. Pengukuhan Panitia Paskah 2012 : Kamis, 9 Feb - pk. 19.00
            2. Pengumpulan Daun Palma lama di sekretariat : paling lambat Minggu, 19 Feb
            3. Rabu Abu : Selasa, 21 Feb pk. 18.00 dan Rabu, 22 Feb pk. 05.30
            4. Distribusi Amplop APP (Aksi Puasa) : mulai Selasa, 21 Feb dan batas Pengumpulan kembali Amplop APP : Minggu, 8 April 2012
            5. Ibadat Jalan Salib dilanjutkan Misa Kudus : setiap Jumat (24 Feb - 30 Maret)  pk. 17.00
            6. ADORASI 40 JAM : setiap hari Senin, Kamis, Jumat (24 Feb - 30 Maret) pk. 18.30 - 21.00
            7. Pendalaman Iman di Lingkungan/Wilayah : setiap Selasa (28 Feb - 20 Maret) pk. 18.00 / 18.30
            8. Pendalaman Iman di Stasi : setiap Kamis (1-22 Maret) pk. 18.00
            9. Promosi Panggilan se-Dekenat Jember : 10-11 Maret 2011 - ditunda setelah Paskah
            10. Rekoleksi di Paroki : Selasa, 27 Maret pk. 17.00
            11. Penerimaan Sakramen Tobat : Rabu-Sabtu, 28-31 Maret, pk. 17.00-selesai (Kamis & Jumat diselingi MIsa Harian pk. 18.00)
            12. Aksi Sosial ke Panti Asuhan :
            13. Minggu Palma : Minggu, 1 April pk. 07.00, diawali perarakan dari halaman SMPK
            14. Kamis Putih : Kamis, 5 April pk. 19.00, ada pembasuhan kaki
            15. Ibadat 7 Sabda / Visualisasi Jalan Salib : Jumat, 6 April pk. 07.00
            16. Jumat Agung : Jumat, 6 April pk. 15.00
            17. Malam Paskah : Sabtu, 7 April pk. 19.00
            18. HR Paskah : Minggu, 8 April pk. 07.00
            19. Persiapan Penerimaan Komuni Pertama : 9 April - 2 Juni
            20. HR Kenaikan Tuhan : Kamis, 17 Mei 2012 pk. 17.00
            21. Novena Roh Kudus : Jumat 18 Mei - 26 Mei 2012 pk.
            22. HR Pantekosta : Sabtu, 26 Mei pk. 17.00*dan Minggu, 27 Mei pk. 07.00
            23. HR Tri Tunggal Maha Kudus : Sabtu, 2 Juni pk. 17.00 dan Minggu, 3 Juni pk. 07.00
            24. HR Tubuh dan Darah Kristus :  Sabtu, 2 Juni pk. 17.00 (ada penerimaan Komuni Pertama) dan Minggu, 3 Juni pk. 07.00
            25. HR Hati Yesus Yang Maha Kudus : Jumat, 15 Jun pk. 18.00
            26. Pertanggungjawaban dan Pembubaran Panitia Paskah 2012 : Rabu, 27 Juni pk. 18.00

            Rabu, 01 Februari 2012

            SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2012

            SURAT GEMBALA PRAPASKAH 2 0 1 2
            K E U S K U P A N M A L A N G
            “Panggilan Hidup dan Tanggungjawab untuk mewujudkan kesejahteraan bersama” (Mat 25: 15-18; 20,22)
            Saudara-saudari
            Segenap Umat Beriman
            Para Imam, Biarawan dan biarawati
            di seluruh Wilayah Keuskupan Malang terkasih,
            Pengantar
            Saudara dan saudari yang terkasih, umat Katolik Keuskupan Malang yang sangat saya cintai. Sebentar lagi kita akan bersama-sama memasuki masa Prapaskah yang kita awali dengan liturgi Rabu Abu. Melalui misteri liturgi Rabu Abu ini kita semua diingatkan arti dan hakekat masa prapaskah sebagai “saat” retret umat. Saat dimana kita diingatkan kembali bahwa melalui gerakan puasa bersama ini kita diajak untuk setia menghadirkan Kerajaan Allah dalam gerakan doa, puasa dan pantang serta belas kasih melalui amal yang kita berikan. Melalui tema-tema yang dikembangkan oleh Panitia Gerakan APP Keuskupan Malang dalam suasana doa, pantang puasa dan amal tersebut kita diajak untuk mendalami kehendak Allah melalui tema-tema pendalaman yang sudah dipersiapkan.
            “Panggilan Hidup dan Tanggungjawab” yang diangkat oleh Panitia APP merupakan penjabaran dari tema besar yaitu: “Mewujudkan Hidup Sejahtera”. Panggilan hidup dan tanggungjawab yang kita angkat sebagai tema di tahun 2012 ini merupakan penjabaran dan gerakan dari semangat APP yaitu tanggungjawab Gereja untuk dengan setia menghadirkan Kerajaan Allah. Kita menyadari kehadiran Kerajaan Allah secara nyata ketika hidup sejahtera terwujud dan bukan hanya berhenti pada idealisme atau berhenti pada pemahaman spiritualitas sosial saja, melainkan harus diwujudkan dengan nyata. Pada hemat saya kita sebagai Gereja sungguh Gereja Kristus yang menghadirkan Kerajaan Allah di dunia ini sewaktu lewat hidupnya Gereja sanggup membela kehidupan demi menghadirkan kesejahteraan hidup bagi manusia. Itulah panggilan hidup dan tanggungjawab kita sebagai Gereja.
            Panggilan Hidup dan Tanggungjawab
            Panggilan hidup dan tanggungjawab untuk mewujudkan hidup sejahtera pertama-tama kita mulai dengan bagaimana kita mengupayakan suasana guyub membangun Gereja dan masyarakat. Kesejahteraan hidup menjadi semakin nyata kalau diantara umat manusia tidak terjadi perpecahan dan persaingan yang tidak sehat. Sektarianisme, budaya mengagungkan kelompoknya, kepentingan diri dan golongannya, tidak menghargai golongan lain, merupakan sikap yang jauh dari rasa guyup. Guyub tidak lain adalah suatu pengalaman hidup dimana kita menyadari sebagai saudara karena kita semua ciptaan Allah. Suku, agama dan golongan adalah kehendak Allah yang kodrati dan tidak bisa kita tolak melainkan kita letakkan sebagai kebersamaan dalam perbedaan. Untuk mencapai suasana tersebut sebagai umat Katolik pertama-tama menghayati suasana guyub dalam komunitas basis gerejani. Kuatnya rasa dan suasana guyub dalam kehidupan umat katolik pasti akan mempengaruhi suasana dan rasa guyub dalam kehidupan komunitas basis insani. Sebab Gereja ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang sangat majemuk.
            Suasana dan rasa guyub yang merupakan wujud iman Gereja karena kita semua dipersatukan dalam Ekaristi hendaknya memberikan buah-buah yang nyata. Ekaristi sebagai sumber dan dasar paguyuban Gereja menjadi sebuah ekaristi yang hidup, kalau kita yang dipersatukan melalui Ekaristi tersebut rela berbagi. Cinta kasih Yesus yang terungkap dengan nyata dalam pemecahan dan pembagian Roti Hidup itulah yang menjadi dasar bahwa masing-masing dari kita yang dipersatukan denganNya mempunyai kewajiban untuk berbagi. Berbagi hendaknya merupakan buah-buah paguyuban yang dipersatukan dalam misteri Ekaristi.
            Pengalaman Hidup Saat Ini
            Saudara dan saudari yang terkasih, pengalaman kehidupan saat ini semakin mempertegas kita semua bahwa budaya berbagi bukan hal yang mudah kita lihat. Ada kecenderungan bahwa diantara kita menjadi orang-orang yang serakah dan begitu memikirkan diri sendiri. Padahal semakin nyata bahwa dihadapan kita banyak ditemukan pengalaman hidup yang sangat memprihatinkan dan jauh dari kehendak Allah sendiri, seperti kemiskinan, kehancuran lingkungan hidup, ketidakberdayaan buruh karena sistem kapitalis, dan masih banyak lagi yang lain. Pengalaman iman dan pemaknaan Ekaristi menjadi semakin hidup dan subur dalam pengalaman iman Gereja, kalau membentuk dan menggerakkan kita semua untuk menjadi pribadi yang peka dan terlibat serta berpartisipasi untuk mewujudkan Kerajaan Allah. Kesadaran ini akan semakin bertumbuh, kalau kita kembali pada makna dasar dari Ekaristi itu sendiri yaitu kasih yang mau berkorban dengan tidak memikirkan diri sendiri atau golongannya. Melalui Ekaristi itulah kita diajak untuk berpartisipasi bersama Yesus dalam cinta kasihNya untuk membebaskan manusia dari keterpurukan dan dosa.
            Saudara dan saudari yang terkasih, kesadaran dan tanggungjawab penghadiran Kerajaan Allah di dunia dengan mengupayakan kesejahteraan hidup juga menuntut kehendak baik dan kerjasama manusia dengan Allah dan manusia dengan sesamanya dan ciptaan lainnya. Kesadaran inilah yang semakin menguatkan pengalaman iman kita akan karya keselamatan; karya Kerajaan Allah sudah ada meski belum sempurna. Perjumpaan antara Rahmat Allah dengan usaha manusia itulah yang akan membuahkan karya keselamatan. Maka tidaklah berlebihan kalau kesejahteraan hidup manusia akan menjadi semakin jelas dan nyata ketika sebagai orang beriman kita merasa bertanggungjawab untuk mewujudkannya serta rela untuk saling kerjasama. Kerjasama yang tulus dan ikhlas diantara kita dan bersama kehendak Allah akan membuahkan tata keselamatan. Untuk mencapai budaya kerjasama dan bertanggungjawab tentu dibutuhkan semangat pertobatan dan kerendahan hati.
            Komitmen Gereja akan kesejahteraan Hidup
            Ditegaskan dalam Dokumen Konsili Vatikan II, Gaudium et Spes, Gereja sadar dirinya merupakan persekutuan murid-murid Yesus yang diutus mewartakan keadilan, kedamaian, dan kebebasan kepada sesama menurut cita-cita terciptanya keutuhan alam lingkungan hidup. Dasar perutusan itu ialah iman, Kepercayaan, dan pembabtisan. Kita menjadi ciptaan baru, dipenuhi dengan Roh Kudus. Anugerah kasih mendorong kita untuk mencari bentuk baru hubungan kita dengan Allah, keluarga Allah dan semua ciptaan. Bentuk baru hubungan yang dibangun diharapkan mendatangkan kesejahteraan hidup bagi semua orang yang bersahabat dengan lingkungan seluruh ciptaan.
            Dalam kenyataannya, hubungan antar manusia dengan sesamanya cenderung saling berebut kebenaran, kekuasaan dan harta kekayaan. Sedangkan dengan alam ciptaan, manusia menguras habis-habisan tanpa rasa sayang, bahkan tanpa memikirkan nasib anak cucu dan nasib generasi berikutnya. Manusia telah membunuh bumi ini makin lama-makin cepat. Pada gilirannya terjadilah bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi, angin rebut, keracunan gas alam, dan sebagainya. Dampak yang lebih jauh, masyarakat miskin semakin tidak berdaya menghadapi situasi hidupnya, bahkan mereka kehilangan sanak-saudara dan harta miliknya yang sedikit.
            Penutup
            Kesadaran akan dampak perubahan iklim dan tantangan hubungan manusiawi, mendorong kita untuk membangun persahabatan dan persaudaraan. Persahabatan ini dapat kita ungkapkan melalui pembelajaran bersama, bagaimana hidup dan kehidupan yang berpangkal dalam budaya “Gotong Royong” mampu menggerakkan serta membangkitkan kesadaran kristiani demi kesejahteraan bersama. Berbagai upaya pengembangan yang kita renungkan dan kerjakan mengarahkan kita kepada kemajuan dan kesucian pribadi dalam kebersamaan dengan sesama di dalam kerangka kesejahteraan bersama.
            Masa Puasa atau Prapaskah sebagai masa rahmat istimewa dalam kehidupan kita sebagai umat beriman Katolik senantiasa menyadarkan kita akan perutusan untuk menjadikan kita murid-murid sejati dari Kristus. Kesadaran ini kiranya memacu kita untuk rela dan berani bekerjasama demi keseimbangan hidup yang terungkap dalam kesejahteraan bersama. Panggilan iman Kristiani ini mendorong kita untuk mengutamakan peran talenta kita demi kesejahteraan rohani dan jasmani bersama dalam tanggungjawab kita sebagai mitra kerja Allah kepada semua.
            Selamat memasuki masa Puasa prapaskah dengan hati terbuka.  Tuhan Memberkati
            Malang, Februari 2012
            Uskup Keuskupan Malang
            Msgr. Herman Joseph Pandoyoputro O. Carm

            Jumat, 09 Desember 2011

            WARTA - Edisi Desember 2011

            MENYAMBUT PERAYAAN NATAL 2011

            Tidak lama lagi kita akan menyambut Hari Raya Natal. Kita sudah mulai memper siapkan diri untuk perayaan itu selama masa Adven dengan upaya memupuk pengharapan, semangat tobat dan karya amal kasih. Kita bersiap menyambut kedatangan Tuhan pada akhir jaman, dalam penjelmaan dan dalam Sabda serta Sakramen, dengan meneladani tiga tokoh yang ditampilkan selama masa Adven, yakni Nabi Yesaya, Yohanes Pembaptis dan Bunda Maria.

            Nabi Yesaya menawarkan satu keyakinan bahwa diakhir jaman semua bangsa akan diundang oleh Allah untuk menikmati perjamuan abadi. Keyakinan ini menegaskan betapa hidup kita sangat bernilai, hingga kita mendapat undangan untuk masuk dalam perjamuan itu. Yohanes Pembaptis menunjukkan Yesus sebagai Anak Domba Allah yang harus kita ikuti, karena dalam Dia semua akan dibaptis dengan Roh. Yohanes Pembaptis juga mengimani Yesus sebagai utusan Allah yang dinantikan oleh segala bangsa, sehingga untuk menyambutNya semua yang berkelok harus diluruskan, yang berlubang diratakan. Bunda Maria memberi contoh kepada kita bagaimana menyambut undangan Allah itu, dengan berkata Fiat Volutas Tua, terjadilah padaku menurut perkataanMu. Kita pupuk pengharapan, semangat pembaharuan diri dan karya amal kasih kita dengan prinsip-prinsip dasar yang diteladankan oleh ketiga tokoh dalam Kitab Suci ini.

            AGENDA ADVEN DAN NATAL 2011 PAROKI KITA

            1. Amplop Aksi Natal :
              • Distribusi ke Umat mulai Sabtu, 9 Desember
              • Pengumpulan kembali paling akhir, 25 Desember
            2. Pendalaman Iman :
              • Selasa, 6 dan 13 Desember, pk. 18.00 di Lingkungan
              • Rabu, 7 dan 14 Desember, pk. 18.00 di Stasi-stasi
            3. Bakti Sosial : Selasa, 13 Desember 2011, pk. 10.00 di Panti Wreda - Sekarputih
            4. Rekoleksi Umat : Jumat, 16 Desember, pk. 17 di Aula Paroki
            5. Sakramen Tobat : 
              • Minggu dan Rabu, 4,11, 14, 18 Des. pk. 17.00 di Stasi
              • Senin – Rabu, 19-21 Desember, pk. 17.00 di Paroki
              • Rabu, 21 Desember, pk. 08. 00 Siswa SMPK dan SDK
            6. Donor Darah : Minggu, 18 Desember 2011, pk. 08.00 di Aula Paroki
            7. Aksi Sosial : Selasa, 20 Desember 2011, pk. 08.00 di Pastoran
            8. Gladi Resik Petugas : Kamis, 22 Desember, pk. 18.00 diawali misa
            9. Sakramen Baptis : Jumat, 23 Desember, pk. 17.00 di Gereja Paroki
            10. Kerja Bakti : Jumat & Sabtu, 23 & 24 Desember, pk. 08.00 di Gereja Paroki
            11. MALAM NATAL : Sabtu, 24 Desember, pk. 19.00 MISA di Gereja
            12. HR NATAL : Minggu, 25 Desember, pk. 07.00 MISA di Gereja
            13. MISA PELINDUNG : Senin, 26 Desember, pk. 18.00, Hari Paroki
            14. Misa Oktaf Natal Selasa-Kamis, 27-29 Desember, pk. 05.30 di Gereja
            15. Natal Oikumene : Selasa, 27 Desember, pk. 17.00 di Ijen View Hotel
            16. MISA KEL. KUDUS : Jumat, 30 Desember, pk. 18.00 Janji Pasutri
            17. HR Maria Bunda Allah :
              • Sabtu, 31 Desember, pk. 17.00  Tutup Tahun
              • Minggu, 1 Januari 2012, pk. 07.00 Tahun Baru
            18. Misa Natal Sekolah : Sabtu, 7 Januari 2012, pk. 07.30
            19. Misa Epifani :
              1. Sabtu, 7 Januari 2012, pk. 17.00
              2. Minggu, 8 Januari 2012, pk. 08.00 Misa Lansia
            by JAP

            Minggu, 06 November 2011

            Warta - Edisi Nopember 2011

            Selama Bulan Nopember Gereja memberi perhatian kepada arwah orang-orang beriman, dengan mengadakan doa khusus yang diintensikan untuk kebahagiaan mereka di hadapan Allah. Doa untuk arwah orang beriman merupakan ungkapan dari kepercayaan kita yang terdapat dalam Syahadat. Kita percaya akan persekutuan para kudus. Merekalah orang beriman yang telah mencapai kepenuhan janji Allah, hidup dalam kesatuan abadi dengan Allah. Mereka disebut Gereja yang jaya, dan mendoakan kita selalu sebagai Gereja yang masih berjuang di dunia. Doa bagi arwah orang beriman termasuk bagian dari kepercayaan itu, namun diberikan untuk mereka yang masih dalam proses penyucian. Doa kita membantu mereka untuk mendapatkan penghapusan hukuman dosa dan melancarkan penyempurnaan persatuan mereka dengan Allah dalam kehidupan kekal. Semuanya tetap kita percayakan kepada rencana Allah. Di hadapan Allah yang penuh kuasa itu, setiap doa dan ungkapan iman kita merupakan wujud dari pengharapan kita.

            Doa bagi arwah orang beriman dijadwalkan secara khusus dengan ekaristi Peringatan Arwah Semua Orang Beriman. yang serentak dilakukan di seluruh dunia, tanggal 2 Nopember, sesudah kita rayakan ekaristi Hari Raya Semua Orang Kudus, pada tanggal 1 Nopember. Apabila kita berdoa bagi arwah saudara kita antara tanggal 1-8 Nopember, baik dengan doa pribadi, intensi misa maupun dengan kunjungan ke makam, bagi arwah yang kita doakan akan dianugerahkan indulgensi penuh. Di luar waktu tersebut mendapatkan indulgensi sebagian. Indulgensi merupakan rahmat dari kemurahan Allah berupa penghapusan hukuman dosa, yang kita peroleh dengan silih doa-doa kita. Untuk mendukung hal ini, pada perayaan misa tanggal 1 Nopember dan 2 Nopember disediakan kesempatan untuk memberkatkan bunga tabur dan intensi untuk arwah.

            Selain doa untuk arwah, pada bulan Nopember ini juga kita akan menutup kalender Liturgi Tahun A /1 dan memulai dengan kalender liturgi baru Tahun B/II. Penutupan kalender Liturgi pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, 20 Nopember. Pembukaan kalender baru pada Minggu Adven Pertama, 27 Nopember. Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam mengajak kita untuk bersyukur dan memandang Kristus sebagai segala-galanya dalam segala hal. Masa Adven mengajak kita untuk memulai lagi babak baru dalam pengharapan kita sehingga kita makin mantap mengimani bahwa Kristus sungguh menjadi segala-galanya dalam segala sesuatu hidup kita. Dalam menghayati pengharapan ini kita dibantu dengan lambang 4 lilin yang dipasang di Lingkaran Adven, atau Corona. Setiap minggu dinyalakan satu lilin baru, untuk menggambarkan persiapan kita makin meningkat, hingga ketika yang kita nantikan sungguh datang di tengah kita, kita siap untuk menyambutNya.  Panitia Natal yang dibentuk oleh Dewan Pastoral Paroki akan membantu kita untuk menghayati masa Adven dan menyambut Natal dengan layak. 

            Minggu, 09 Oktober 2011

            WARTA - Edisi Oktober 2011

            MENYAMBUT HARI JADI PAROKI

                      Sejak bulan Februari 2011 kita telah bergerak bersama untuk merayakan ulang tahun paroki kita. Tibalah saatnya kita sekarang masuk pada perayaan syukur hari jadi itu. Tujuh puluh lima tahun yang lalu, pada tanggal 18 Oktober Gereja Paroki kita diresmikan oleh Mgr. A. Albers O.Carm. Peresmian gedung Gereja ini menandai sekaligus penetapan berdirinya paroki dan awal perutusan kepada umat untuk menjadi terang, garam dan ragi di tengah masyarakat. Secara berkesinambungan dari beberapa generasi, kita telah mengamalkan amanat itu selama tiga windu dan terus diberi kekuatan untuk meneruskannya sampai akhir jaman nanti. 

                      Berdasarkan tema ulang tahun paroki, kita dapat membuat tahapan dari perjalanan sejarah paroki kita, paling kurang menjadi 3 periode, yakni periode sebelum ditetapkan menjadi paroki, periode awal perkembangan paroki dan periode pemantapan hidup berparoki. 

                      Periode sebelum ditetapkan menjadi Paroki dapat dengan tegas dilacak mulai tahun 1923. Pada tahun itu, Ordo Karmel datang ke Malang untuk menggantikan tugas misi dari para Romo Yesuit. Setelah memantapkan pusat misi di Malang, tahun 1926 Ordo Karmel merintis pusat misi kedua di Probolinggo. Salah satu buahnya pada tahun 1928 umat Katolik di Jember sudah dapat diresmikan menjadi paroki. Umat Katolik di Bondowoso sejak tahun itu menjadi stasi dari paroki Jember. Jumlah umat masih sedikit, sebagian besar berkebangsaan Eropah. Tahun 1933 mulai direncanakan pembangunan gedung Gereja oleh sejumlah umat, termasuk Bp. FX. Brodjo Marsono, sebagai tokoh katolik pribumi yang sudah dikenal pada waktu itu. Pembangunan berlangsung sekitar tiga tahun dan pada tanggal 18 Oktober 1936 diresmikan. 

                    Peresmian paroki kita berurutan waktunya dengan peresmian Paroki St. Albertus Blimbing dan Paroki St. Maria Ratu Damai Lumajang. Ini menyiratkan besarnya semangat misi pada jaman itu. Dengan peresmian berdirinya paroki berarti Gereja hadir untuk melayani masyarakat setempat menuju keselamatan dalam Kristus. 

                     Satu bentuk nyata dari pelayanan yang dipilih oleh Gereja adalah mencerdaskan masyarakat melalui pendidikan. Empat tahun sesudah paroki diresmikan, pelayanan melalui pendidikan mulai dirintis oleh Rm. Viester O.Carm, dengan mendirikan taman kanak-kanak. Namun karena kedatangan tentara Jepang pada tahun 1942, sekolah rintisan ini terpaksa ditutup dan baru dimulai lagi tahun 1951. Pada tahun itu dimulai lagi pelayanan pendidikan tidak hanya taman kanak-kanak, tetapi juga sekolah dasar. Inilah awal dari TKK Indra Rini dan SDK Indra Siswa yang kita kenal sekarang. Melalui pendidikan, Gereja berjuang untuk mencerdaskan masyarakat, membuka diri untuk dikenal dan mewartakan Injil. 

                     Periode perkembangan awal selain ditandai dengan merintis pelayanan melalui sekolah, juga ditandai dengan berdirinya beberapa paguyuban umat. Paguyuban yang dapat disebut pada awal perkembangan antara lain : Ikatan Warga Katolik yang dimulai tak lama setelah Kemerdekaan, Panggrukti Loyo, Komunitas para suster SPM sejak 1958, WKRI dan Pemuda Katolik, yang dimulai sekitar tahun enampuluhan, serta Legio Maria. Paguyuban-paguyuban ini berperan selain mempersatukan umat Katolik di wilayah Bondowoso, juga membantu para gembala dalam pelayanan internal dan eksternal paroki. Ikatan Warga Katolik dapat dikatakan menjadi cikal bakal dari Dewan Pastoral Paroki dewasa ini. Periode awal perkembangan menyiapkan umat paroki untuk makin mantap dalam membangun paguyuban, liturgi, pewartaan, pelayanan dan kesaksian. Meskipun dalam periode ini gembala paroki sering merangkap tugas dengan melayani paroki Situbondo atau Jember, namun kemajuan demi kemajuan dapat dicapai berkat ketekunan dan kebersamaan umat di sini. Pelayanan gembala yang merangkap tugas di dua paroki di satu pihak merupakan kekurangan, namun di pihak lain membawa hikmah memandiri kan umat dalam berbagai aspek. Satu ciri khas yang dapat ditangkap di paroki kita adalah kemampuan untuk mandiri karena keterbatasan ini. Karenanya betapa penting bagi kita untuk berorientasi pada pembinaan keluarga-keluarga sebagai tempat persemaian benih panggilan menjadi imam, biarawan dan biarawati agar kita dapat menyumbangkan tenaga pelayanan di ladang Tuhan. 

            Selain lahirnya sejumlah paguyuban, pada periode awal perkembangan ini juga terjadi sesuatu yang cukup istimewa di paroki kita. Tahun 1958, tepatnya pada tanggal 1 April, paroki Bondowoso dimekarkan menjadi dua paroki. Situbondo yang sebelumnya menjadi Stasi Bondowoso, pada tanggal dan tahun itu diresmikan menjadi paroki. Pada usianya yang ke 22 tahun, Bondowoso telah membidani lahirnya paroki baru. 


            Periode pemantapan melanjutkan perkembangan awal dengan aksentuasi pada penataan berbagai aspek hidup bersama dan pengembangan tradisi berparoki. Seiring dengan pertambahan jumlah umat, sekitar tahun tujuhpuluhan akhir mulai dilakukan penataan wilayah paroki menjadi kring dan stasi. Hal ini sekaligus juga menyangkut pelayanan misa bagi umat setempat dan pengembangan kepemimpinan umat. Pembenahan-pembenahan sarana dan prasarana di paroki juga menjadi satu tanda pemantapan sedang berlangsung. Dengan pembenahan atau bahkan pembangunan sarana baru, berarti ada kebutuhan-kebutuhan baru dalam pelayanan umat yang semakin kompleks yang perlu ditanggapi. 

                      Satu hal lain yang tak dapat diabaikan dalam periode pemantapan ini adalah berkembangnya jejaring antar paroki. Selain dalam jejaring tingkat regio di regio timur keuskupan Malang, paroki kita dalam perkembangan waktu juga masuk dalam jejaring yang disebut Dekenat. Dekenat menekankan kerjasama antar gembala paroki dalam melaksanakan tugas pastoral, namun kemudian meluas jangkauannya dalam kerjasama antar penggerak umat dan orang muda. Selain memberikan daya dorong untuk berkembang lebih maju, jejaring dengan paroki lain memberi ruang yang luas untuk perjumpaan-perjumpaan antar umat sehingga jalinan persaudaraan menjangkau lingkup yang lebih luas. 

                      Dengan menyadari sejarah itu, perayaan ulang tahun paroki ke 75 ini patut kita rayakan dengan penuh syukur : 

            1. Perayaan ini menjadi perayaan seluruh umat paroki, perayaan tiap keluarga. Undanglah handai tolan, sahabat, anak-anak yang ada di luar paroki untuk hadir sejenak menikmati kebersamaan di hari peringatan puncak. Hayati kebersamaan ini sebagai suatu berkat.
            2. Hadirkan satu kesaksian kepada masyarakat, hidup iman dalam Kristus menuntun kita kepada kedewasan sejati. 

            AGENDA INTI BULAN OKTOBER 


            1. Doa Rosario setiap pk. 17.30 di depan gua Maria di kompleks Gereja Paroki, kecuali Selasa 4 Oktober dan Selasa 18 Oktober.
            a. Untuk kelancaran seluruh kegiatan puncak HUT 75 Tahun Paroki
            b. Untuk kesejahteraan seluruh keluarga umat paroki
            c. Untuk berbagai intensi pribadi
            2. Latihan Petugas Liturgi dan Pengisi acara Resepsi
            a. Latihan koor, misdinar, petugas persembahan, pengatur umat,
            b. Latihan para partisipan untuk mengisi acara resepsi.
            c. Persiapan-persiapan perlengkapan dan prasarana acara puncak.
            3. Misa Meriah HUT 75 Tahun, Selasa, 18 Okt 2011, Pk. 16.30 
            • Misa meriah dipimpin oleh Bapak Uskup Malang dan Para Romo yang pernah berkarya di paroki kita,  Para Romo Deken, dll. 
            • Misa Meriah untuk seluruh umat. Aturlah jadwal agar dapat hadir dalam misa ini tepat waktu. 
            • Setelah misa dilanjutkan Resepsi di Aula Paroki. Semua diundang untuk mengikuti acara Resepsi hingga tuntas.

            4. Jalan-Jalan Sehat, Minggu, 23 Oktober 2011, Pk. 05.30 
            a. Misa Paroki hanya 1 x pada hari SABTU, 22 OKTOBER, 17.00
                Tidak ada Misa Minggu Pagi dan Misa Stasi !
            b. Start dan Finish di halaman Gereja.
            c. Kupon disediakan di pengurus Lingkungan / Stasi / Pastoran. 
            Ajak teman, kenalan, sahabat untuk memeriahkan JJS kita. SATU HATI SEHAT JASMANI.

            Rabu, 14 September 2011

            Sabtu, 10 September 2011

            WARTA - Edisi September 2011

            BKSN 2011 : Mendengarkan Tuhan Bercerita
            by JAP


            Setelah program aneka lomba pada bulan Agustus, secara khusus pada bulan September ini kita memusatkan perhatian kita pada tema Bulan Kitab Suci Nasional 2011. Bulan Kitab Suci Nasional ( BKSN ) diselenggarakan di seluruh Keuskupan di tanah air setiap tahun dengan harapan supaya umat lebih tekun membaca Sabda Tuhan, berdoa dengan inspirasi dari Sabda Tuhan dan akhirnya menghayati hidup iman atas dasar Sabda itu.  

            Tema BKSN tahun ini mengajak kita untuk mendengarkan Yesus yang bercerita melalui Perumpamaan. Perumpamaan digunakan oleh Yesus sebagai salah satu cara untuk mengajar para murid tentang Kerajaan Allah, tentang Allah dan tentang warga Kerajaan Allah itu. Dengan Perumpamaan kita dibawa masuk ke dalam satu kisah dan ditantang untuk terlibat dengan menjawab pertanyaan atau menyikapi pesannya. Perumpamaan pada umumnya menampilkan satu kejutan yang membuat kita harus bersikap atas kisah di dalamnya. Dalam perumpamaan pula banyak hal yang sulit disampaikan oleh Yesus dengan cara sederhana, sehingga kita mudah mengerti ajaranNya.

            Selain dengan Pendalaman Iman di Lingkungan dan Stasi, secara pribadi kita dapat melibatkan diri dalam program ini dengan membaca Kitab Suci setiap hari, khususnya perikop-perikop tentang Perumpamaan. Dekatkanlah Kitab Suci di tempat-tempat yang sehari-hari menjadi tempat duduk kita, baik di kamar tidur, kamar makan, toko, meja kerja maupun di dalam mobil. 

            Dalam pembacaan teks Perumpamaan, kita dapat menempuh tiga langkah sederhana : Membaca, Menafsir dan Mencari Pesan. Jawa : Necep, Neges, Ngemban Sabdo Dalem. 

            Kita dapat mengawali pembacaan dengan doa mohon penerangan Roh Kudus. Sesudah itu mulai membaca perikop yang kita pilih dengan tenang. Amatilah tokoh, alur kisah dan kata-kata kunci atau ayat-ayat penting dalam teks yang kita baca. Kata kunci misalnya satu kata atau ungkapan yang berulang kali digunakan. Bilamana pembacaan sudah cukup, berusahalah untuk menafsirkan. Dalam menafsirkan teks, kita dapat menelusuri hal-hal yang khusus yang mungkin punya makna tertentu. Kita dapat bertanya kepada Romo, Suster, Katekis, teman atau mencari dalam literatur untuk memahami makna-makna khusus itu. Mencari Pesan sebagai langkah akhir kita lakukan untuk memahami amanat perumpamaan itu bagi hidup kita sekarang. Kita dapat memilih satu hal yang bagi kita penting untuk menjawab kecemasan, masalah atau harapan kita di masa kini. Pesan sekaligus juga menunjuk pada tindakan-tindakan nyata yang dapat kita lakukan. Pada akhir proses kita dapat menutup pembacaan dan permenungan dengan doa yang berisi tanggapan kita atas Sabda yang telah kita terima atau niat untuk bertindak. 

            Ajaklah anak-anak untuk mendengarkan pembacaan itu, karena perumpamaan dalam bentuk cerita tentu menarik  untuk mereka. Perikop Perumpamaan yang digunakan untuk Pendalaman Iman antara lain : Perumpamaan tentang Orang Samaria Yang Baik Hati ( Luk 10: 25-37 ) ; Anak Yang Hilang ( Luk 15:1-32 ); Lalang di Ladang Gandum ( Mat 13:24-30, 36-43 ) dan Pengampunan ( Mat 18 : 21-35 ). Kita dapat merenungkannya sebagai satu rangkaian bertahap : Bagaimana aku dapat menjadi sesama bagi yang menderita, bagaimana aku dapat menjadi baik hati seperti Bapa yang baik hati, bagaimana aku mengatasi kekuatiran di tengah berbagai kesulitan dan bagaimana aku dapat murah hati dalam mengampuni. Kita dapat merenungkan satu perikop selama beberapa hari dengan sungguh-sungguh necep, neges dan ngemban Sabda itu dalam tindakan-tindakan nyata sehari-hari. Sesederhana apa pun, satu usaha untuk bertindak baik akan memberi pengaruh dalam hidup kita. Biji sesawi yang kecil, sesudah ditabur, tumbuh menjadi tunas dan berkembang menjadi besar sehingga burung-burung bisa membangun sarang di sana. 
            Selain menyambut BKSN, dalam bulan September kita juga memiliki beberapa kegiatan untuk menyambut 75 Tahun Paroki, yaitu Lomba Karaoke Anak dan Remaja, Lomba Nyanyian Rohani Antar Gereja dan persiapan-persiapan Misa Meriah dan Resepsi Perayaan 75 Tahun Paroki yang akan diselenggarakan Selasa, 18 Oktober 2011. Persiapan Misa Meriah melibatkan umat untuk latihan koor, latihan petugas Liturgi, dekorasi, kebersihan Gereja, dll. Sedangkan untuk persiapan Resepsi akan diadakan latihan pentas panggung yang melibatkan banyak peserta, mulai dari usia anak-anak sampai usia lanjut. Kita bangun semangat paguyuban melalui persiapan-persiapan tersebut. Dewan Pastoral Paroki pada bulan September ini juga mengadakan sosialisasi rencana Ziarah Paroki yang akan diadakan Juli tahun 2012. Sosialisasi dilakukan dari awal supaya kita bisa menabung dan mempersiapkan rencana lebih matang. 

            Agenda bulan September 2011

            Selasa, 13 dan 20 Sep
                      Pendalaman Iman di lingkungan-lingkungan
            Rabu, 14 dan 21 Sept
              Pendalaman Iman di stasi-stasi
            Sabtu, Minggu : 24-25 Sept
            Lomba karaoke anak-anak dan remaja di aula paroki
            Senin, 26 Sept
            Lomba Folk Song Antar Gereja di aula paroki pk. 17.00


            Hadirilah .......
            Misa dan Resepsi 75 tahun HUT Paroki
            Selasa, 18 Oktober 2011
            Misa Syukur Meriah pk. 16.30 di Gereja         
            Resepsi pk. 18.30 di aula paroki


            Ikutilah bersama keluarga, saudara, teman (siapa saja) ....
            Jalan-jalan sehat (JJS) - “SATU HATI SEHAT JASMANI”
            Minggu, 23 Oktober 2011
            Start dan Finish : di halaman Gereja - mulai pk. 05.30
            Hadiah Utama : 1 Sepeda Motor Yamaha “MIO”
            1 TV 14”, 1 Sepeda, 1 Meja Belajar, 3 HP Qwerty,
            3 Dispenser, 3 Kipas Angin, 10 Jam Dinding, Payung,
            Kaos, dan puluhan door price lainnya
            Harga kupon Rp 3.000,- dijual mulai tgl. 18 Sept. 2011


            ZIARAH ROHANI 2012 : Selasa-Jumat, 3-6 Juli 2012
            GM Kerep, Ambarawa - Makam Rm. Sandjaja - GM Sendangsono -
            GM Jatiningsih, Sleman - YOGYAKARTA - 
            Candi / Gereja Hati Kudus Yesus Ganjuran - KLATEN - 
            GM Puh Sarang, Kediri - MALANG
            Biaya per peserta   Rp   500.000,- untuk pengganti :
            transport 4 hari 2 malam, 2 malam penginapan, 8 kali makan
            (berangkat Selasa pk. 18.00 tiba Jumat pk 18.00)
            Informasi selengkapnya 
            hubungi : Bpk Frans Harsono - 0332 7706266